JATIMTIMES - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai misi mulia membangun generasi masa depan yang lebih kuat menuju Indonesia Emas Tahun 2045.
Hal itu disampaikan Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lamongan Kota Agustin, dalam acara halalbihalal mitra SPPG se-Kecamatan Lamongan yang dilaksanakan di gedung Sport Center Lamongan (SCL), Sabtu (28/3/2026), yang sekaligus menekankan komitmen terhadap standar gizi yang baik.
Baca Juga : Clear Asset Model, Terobosan Profesor UB Kejar Aset Koruptor Tanpa Menunggu Vonis Pidana
"Sambil kita menikmati kebersamaan ini, rasanya sangat tepat jika kita merefleksikan bahwasannya program MBG hadir dengan misi mulia, yakni membangun generasi masa depan yang lebih kuat menuju Indonesia Emas Tahun 2045," kata Agustin saat menyampaikan sambutannya.
Melalui setiap porsi makanan yang disajikan, menurut Agustin, kita sedang menanam investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kecerdasan anak-anak bangsa. "Maka saya menekankan bahwa program MBG bukan hanya soal makan gratis, melainkan komitmen kita terhadap standar gizi tinggi, higienitas, dan pemberdayaan ekonomi lokal," ucap dia.
Ia menambahkan, citra positif program ini menjadi tanggung jawab bersama dengan sistem pengelolaan yang transparan. "Kasih sayang dan profesionalisme demi senyum dan gizi anak-anak kita. Sebagaimana visi pemerintah, ini langkah nyata investasi gizi untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. MBG adalah wujud perhatian negara untuk memastikan anak-anak kita, generasi penerus bangsa, tumbuh dengan gizi seimbang," katanya.
Lebih lanjut, Agustin memaparkan bahwa MBG adalah tentang kepedulian sebagai bukti negara hadir memastikan anak-anak tidak lapar saat belajar, sehingga lebih fokus, berprestasi, dan sehat.
"MBG adalah keamanan pangan yang perlu digarisbawahi bahwa seluruh menu dalam program MBG di wilayah kita insya Allah aman, sehat, dan halal. Dapur SPPG kita berkomitmen penuh terhadap kualitas gizi dan kehalalan. MBG adalah memberdayakan, yang menggerakkan ekonomi lokal, melibatkan petani, peternak, nelayan, dan katering UMKM setempat. Artinya, MBG adalah dari kita, oleh kita, dan untuk kita," paparnya.
Dalam kesempata yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa MBG harus dijalankan dengan hati dan keikhlasan. Ia mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk memaknai program ini sebagai ladang ibadah.
“Jika dilakukan dengan hati, seolah kita memberi makan anak dan keluarga sendiri, maka insya Allah ini menjadi jalan ibadah kita,” ujarnya dalam sambutan halalbihalal yang juga dirangkai dengan bazar SPPG dan santunan anak yatim itu.
Baca Juga : Muscab PKB Kabupaten Blitar Tetapkan Lima Kandidat Ketua DPC, Adu Gagasan Dimulai
Menurut bupati, MBG memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. Program ini tidak hanya menjawab kebutuhan gizi saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat dan cerdas.
“Ini upaya kita menyiapkan generasi yang tangguh dalam 10 hingga 20 tahun ke depan,” tambahnya.
Pelaksanaan MBG di Lamongan terus menunjukkan hasil positif. Dengan standar menu bergizi seimbang dan pengawasan yang ketat, kualitas makanan menjadi prioritas utama.
Pemerintah daerah juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mengawal program agar tepat sasaran.
