JATIMTIMES – Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) resmi melantik jajaran pengurus di tingkat Kabupaten Lamongan. Pelantikan ini menjadi momentum bersejarah karena Lamongan merupakan daerah pertama di Jawa Timur yang mengukuhkan kepengurusan organisasi olahraga tersebut.
Ketua Pengprov ORADO Jawa Timur, Mahendra Abdilah Kamil menyampaikan bahwa ORADO merupakan cabang olahraga yang baru dideklarasikan pada awal Januari 2026 di Jakarta. Saat ini, federasi tengah berfokus memperluas kepengurusan guna memenuhi syarat menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Baca Juga : Muscab PKB Lamongan Hasilkan Empat Nama, Kader Melimpah Saatnya Restrukturisasi
"Lamongan ini yang dilantik pertama dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur," ujar Mahendra usai acara pelantikan di Lamongan, Minggu (29/3/2026).
Mahendra menegaskan bahwa domino yang bernaung di bawah ORADO adalah olahraga prestasi yang mengandalkan strategi, bukan perjudian. Melalui standarisasi kompetisi di tingkat kabupaten hingga nasional, pihaknya ingin menghapus stereotip negatif yang selama ini melekat pada permainan domino.
"Sebenarnya kalau kita ngomong judi kan semua olahraga bisa juga jadi judi kan. Maka itulah kenapa stereotip domino ini kita bikin sebagai ini bukan judi, ini adalah olahraga prestasi dan strategi yang mana dia itu dilombakan di setiap tingkatan, ada di kabupaten, ada di provinsi, sampai hingga nasional," jelasnya.
Pasca pelantikan, Ketua ORADO Lamongan langsung tancap gas melakukan penjaringan atlet. Muhammad Jahlul Kahel Iqbal menjelaskan bahwa langkah konkret yang diambil adalah mendorong pembentukan klub-klub domino di setiap kecamatan di seluruh wilayah Lamongan.
"Target kita ada klub-klub yang menyeluruh di Kabupaten Lamongan. Minimal satu kecamatan ada perwakilan klub untuk penjaringan atlet ke depan," kata Jahlul.
Baca Juga : PKB Lamongan Usulkan Abdul Ghofur dan Freddy Wahyudi sebagai Kandidat Ketua
Nantinya, setiap klub yang telah memiliki minimal 10 anggota akan diberikan Surat Keputusan (SK) resmi dari ORADO Lamongan. Selain pembentukan klub, pengurus juga berencana merumuskan berbagai kejuaraan lokal untuk menjaring potensi atlet-atlet baru yang diharapkan mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Langkah ini diambil mengingat agenda kompetisi yang cukup padat, di antaranya Kejurprov Jawa Timur yang dijadwalkan pada 5 April 2026, serta Kejurnas yang akan berlangsung pada akhir Mei mendatang.
