Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Kebakaran Hutan Bromo Meluas Hingga Malang, Pemadaman Libatkan Ratusan Personel Gabungan

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

06 - Aug - 2026, 14:05

Placeholder
Personel gabungan yang dikerahkan dalam upaya pemadaman kebakaran hutan di kawasan Bromo yang dilaporkan masih terus berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026. (Foto: BPBD Kabupaten Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas hingga ke wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hingga hari ini, Kamis 6 Agustus 2026, ratusan personel gabungan telah dilibatkan dalam upaya penanggulangan kebakaran tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, diperkirakan luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai puluhan hektare. Perkembangan penanganan kebakaran hutan di kawasan TNBTS tersebut juga turut dikonfirmasi oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.

Baca Juga : 4 Gunung Terlarang di Jawa yang Pernah Didaki Botanis, Nomor 4 Dapat Rating 0/10

"Prakiraan luas lahan yang terbakar untuk sementara ini total mencapai sekitar 70 hektare. Yakni dengan jenis vegetasi yang terdampak kebakaran berupa cemara gunung, mentigen, akasia hingga semak belukar," ujarnya saat dikonfirmasi disela-sela penanggulangan kebakaran pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Perlu diketahui, luas lahan yang terdampak kebakaran tersebut masih diperkirakan bisa bertambah. Mengingat cuaca di wilayah Bromo pada saat ini terpantau berawan dengan kecepatan angin sedang.

"Wilayah terdampak kebakaran hutan semakin meluas dan telah mengarah ke wilayah Kabupaten Malang," imbuhnya.

Sadono menyebut, sejak kemarin, Rabu, 5 Agustus 2026, api sudah merembet melalui tugu perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang. "Api mengarah ke wilayah Kabupaten Malang dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dari tugu perbatasan (jika diukur, red) dengan pola pengukuran jarak tempuh jalan darat," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, titik api mulai terpantau di kawasan kaldera Bromo pada Senin, 3 Agustus 2026. Titik api pada saat itu terpantau pertama kali pada kawasan Bantengan atau Bukit Jantur pada wilayah administratif Kabupaten Probolinggo.

Pihak Balai Besar TNBTS telah melakukan penutupan sementara pada pintu masuk kawasan wisata Bromo hingga batas waktu yang belum ditentukan selama penanganan kebakaran berlangsung. Penutupan sejumlah pintu masuk ke kawasan wisata Bromo tersebut juga termasuk yang ada pada Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sementara itu, pada serangkaian penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah TNBTS tersebut juga turut dimonitor langsung oleh sejumlah pihak. Termasuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Jawa Timur dengan didampingi Kalaksa BPBD Kabupaten Malang.

"Tim gabungan juga telah melaksanakan operasi pemadaman darat dengan pembuatan sekat bakar serta penyemprotan dengan satu unit armada truk pemadam dari TNBTS, satu unit mobil tangki portabel dari TNBTS dan satu unit armada truk tangki dari BPBD Provinsi Jawa Timur," beber Sadono.

Baca Juga : Benarkah Hujan Bisa Dipanggil? Ini Cara Memohon Hujan dari Salat Istisqa hingga Teknologi Modifikasi Cuaca

Sejumlah personel gabungan yang dilibatkan dalam penanganan kebakaran hutan di kawasan TNBTS tersebut terdiri dari berbagai unsur. Yakni yang di antaranya mulai dari unsur BNPB, Balai Besar TNBTS, BPBD Provinsi Jawa Timur, Forkopimda gabungan dari Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang, hingga unsur TNI-Polri.

Selain itu, personel BPBD dari sejumlah wilayah mulai dari Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang juga turut dilibatkan. Kemudian, Personel dari Pemerintah Kecamatan Poncokusumo, Perangkat Desa Ngadas, Paguyuban Jeep Wisata Gunung Bromo, serta unsur relawan termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA) Ngadas juga turut dilibatkan dalam operasi pemadaman kebakaran hutan di wilayah TNBTS tersebut.

"Total jumlah personel yang terdata dan bergabung dalam operasi penanganan darurat kebakaran ada sebanyak 257 personel," ujar Sadono.

Ratusan personel gabungan yang dilibatkan dalam upaya penanganan kebakaran tersebut masih dimungkinkan mengalami penambahan. Mengingat, hingga saat ini sejumlah titik api masih belum bisa dipadamkan lantaran turut terkendala medan.

"Titik api berada di kawasan hutan pada lereng yang sulit dijangkau oleh petugas pemadaman darat," pungkas Sadono.


Topik

Peristiwa Kebakaran Hutan Bromo Hutan Bromo Malang Pemadaman Kebakaran



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Sri Kurnia Mahiruni