Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Dosen Unisma Kembangkan Pakan Berbasis Magot dan Vitamin E untuk Tingkatkan Kualitas Telur Puyuh

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

27 - Aug - 2026, 17:46

Placeholder
Dosen Unisma melakukan pengembangan pakan fungsional berbasis minyak magot yang diperkaya tokoferol atau vitamin E untuk meningkatkan kualitas telur puyuh. (ist)

JATIMTIMES - Inovasi pakan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan peternakan puyuh. Persoalan tersebut coba dijawab dosen muda Universitas Islam Malang (Unisma) melalui pengembangan pakan fungsional berbasis minyak magot yang diperkaya tokoferol atau vitamin E.

Penelitian tersebut merupakan kolaborasi Unisma dengan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh melalui skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) - DRTPM BIMA Kemdiktisaintek.

Baca Juga : Jamasan Gong Kyai Pradah di Blitar: Merawat Warisan Leluhur, Menggerakkan Ekonomi Warga

Tim penelitian dipimpin Ir Brahmadhita Pratama Mahardhika SPt MSi IPP dari Unisma. Ia bekerja bersama Dr Dyah Lestari Yulianti SPt MP dari Unisma dan Fadilla Meidita SPt MSi dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

1

Yang dikembangkan bukan sekadar pakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Minyak magot dan suplementasi vitamin E dirancang sebagai pakan fungsional yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas puyuh sekaligus membantu menjaga kondisi fisiologis dan kesehatan ternak.

Ketua tim penelitian, Ir Brahmadhita Pratama Mahardhika menjelaskan hasil sementara penelitian menunjukkan adanya sejumlah perubahan positif pada performa produksi puyuh setelah mendapatkan pakan fungsional tersebut.

“Pakan tersebut dapat meningkatkan produksi dan bobot telur, sekaligus menurunkan nilai Feed Conversion Ratio (FCR) yang menandakan efisiensi pakan,” terangnya.

Efisiensi pakan menjadi salah satu aspek penting dalam usaha peternakan karena berhubungan langsung dengan biaya produksi. Semakin efisien pakan dikonversi menjadi hasil produksi, semakin besar peluang peternak meningkatkan produktivitas tanpa harus meningkatkan penggunaan pakan secara berlebihan.

Temuan penelitian juga tidak hanya berkaitan dengan jumlah dan bobot telur. Pemberian pakan fungsional dilaporkan berkaitan dengan penurunan kadar trigliserida dan kolesterol dalam darah puyuh.

Tim juga menemukan indikasi penurunan respons stres pada ternak. Hal tersebut terlihat dari menurunnya kadar malondialdehide (MDA) dalam darah, salah satu parameter yang digunakan untuk menggambarkan tingkat stres oksidatif pada tubuh ternak.

Meski menunjukkan hasil yang menjanjikan, Brahmadhita menegaskan bahwa temuan tersebut masih merupakan hasil sementara. Pengujian dan kajian lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan konsistensi hasil sekaligus memperkuat kesimpulan penelitian.

Baca Juga : Payungi Pengusaha Jamu Lokal, DPRD Jatim Dorong Standardisasi dan Sertifikasi Halal Obat Alami

Penggunaan magot menjadi bagian penting dalam konsep inovasi tersebut. Selain dikembangkan sebagai sumber bahan pakan alternatif, pemanfaatan magot dinilai memiliki keterkaitan dengan upaya membangun sistem peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Pengembangan pakan berbasis minyak magot sesuai dengan prinsip peternakan berkelanjutan. Magot juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan pakan yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” paparnya.

Ke depan, tim peneliti menargetkan inovasi tersebut tidak berhenti pada tahap penelitian. Formulasi pakan fungsional diharapkan dapat terus disempurnakan hingga memungkinkan penerapannya secara langsung oleh peternak puyuh.

“Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berpotensi mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan di sektor peternakan,” ujar Brahmadhita.

Kolaborasi antara Unisma dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dalam penelitian ini sekaligus menunjukkan bagaimana riset lintas perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan praktis di sektor peternakan. Fokusnya bukan hanya menghasilkan temuan akademik, tetapi mendorong lahirnya alternatif pakan yang dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mempertimbangkan aspek kesehatan ternak dan lingkungan.


Topik

Pendidikan Unisma penelitian dosen Unisma telur puyuh pakan berbasis magot



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan