free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Dua SD Minim Murid, Disdikbud Kota Malang Kaji Data Tren Tahunan untuk Merger

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

06 - Jul - 2025, 16:54

Placeholder
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mencatat sejumlah sekolah yang disebut kekurangan peserta didik. Kendati minim murid, Disdikbud masih belum berencana melakukan merger. 

Hal tersebut diketahui dalam proses sistem penerimaan murid baru (SPMB) yang saat uni sedang berlangsung. Menurut Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana, merger sekolah tak dapat dilakukan secara gegabah. 

Baca Juga : Debutkan Piala Kemenpora, Ribuan Atlet Taekwondo Padati GOR Jayabaya, Kota Kediri

"Keputusan untuk merger tidak bisa dilakukan secara gegabah. Kalau memang tiga tahun berturut-turut itu minim terus, baru bisa kami merger. Karena harus dilihat dari tren tahunan," ujar Suwarjana belum lama ini. 

Datanya menyebut, terdapat dua sekolah yang siswanya terbilang minim, meskipun masih belum dapat disebutkan dengan pasti. Sedangkan sebelumnya, salah satu sekolah yang minim siswa seperti SDN Jatimulyo.  "Ada di Kecamatan Lowokwaru dan Sukun. Tapi untuk SDN Jatimulyo sudah terisi," imbuhnya.

Salah satu faktor utama yang dinyalir menjadi pnyebab minimnya jumlah tersebut adalah tingkat kepadatan penduduk. Selain itu, jarak sekolah dari rumah siswa juga berpengaruh. "Kalau terlalu jauh, wali murid enggan. Karena anak-anak SD kan masih harus diantar dan diawasi," katanya.

Untuk menutup kekurangan jumlah, pendaftaran dibuka secara offline di sekolah yang bersangkutan. Bahkan, siswa dari Kabupaten Malang juga diperkenankan untuk turut mendaftar. "Boleh daftar. Kemarin yang kosong kami buka secara offline, karena kalau online masyarakat malah bingung," jelas Suwarjana.

Selain itu, sebaran siswa saat ini cenderung masih terpusat pada sekolah dengan akses yang mudah, terlebih juga telah menjadi favorit masyarakat. Di wilayah SDN Bareng misalnya, dari lima sekolah yang ada, hanya SDN Bareng 3 yang tergolong penuh. "Yang lainnya seperti Bareng 4, 5 dan 2 masih kekurangan. Tapi dibandingkan tahun lalu, sekarang lebih lumayan, ada yang terisi lima siswa," ungkap Muflikh.

Baca Juga : Perolehan Medali Kabupaten Malang di Porprov 2025 Meningkat

Terkait syarat pendaftaran bagi siswa dari luar Malang, Muflikh menekankan pentingnya kesesuaian antara akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK). "Itu dibawa terus sampai jenjang berikutnya. Kalau beda bisa bermasalah saat masuk militer, misalnya. Jadi kalau ada perbedaan, silakan diperbaiki dulu," tegasnya.

Disinggung soal rencana merger sekolah seperti yang sempat dikaji tahun sebelumnya, Muflikh memastikan bahwa sampai saat ini belum ada rencana tersebut. "Kalau cuma lima siswa pun tetap jalan. Masih ada interaksi sosial," kata Muflikh.

Sebagai informasi, total pagu untuk siswa SD negeri kelas 1 tahun ini mencapai sekitar 7.000 siswa. Jika ditambah dengan SD swasta dan madrasah ibtidaiyah (MI), total pagu mencapai 13.500 siswa per tahun. Sementara jumlah lulusan SD/MI tahun ini tercatat sebanyak 14.000 siswa.


Topik

Pemerintahan sekolah minim siswa disdikbud kota malang suwarjana merger sekolah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya