free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Gubernur Jatim Terima Dubes Jerman di Grahadi, Pastikan Proyek SRRL Ground Breaking Tahun 2027

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Yunan Helmy

09 - Jan - 2026, 19:45

Placeholder
Gubernur Jatim Khofifah dan dubes Jerman.

JATIMTIMES – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Mr Ralf Beste di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (9/1). 

Dalam pertemuan perdana bagi keduanya ini, dibahas berbagai hal strategis utamanya penguatan kerja sama di sektor infrastruktur transportasi publik, kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga : AS Tinggalkan PBB, Ini Daftar Negara yang Masih Bertahan di Organisasi Dunia

Di sektor infrastruktur, Gubernur Khofifah secara khusus menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan berkelanjutan dari pemerintah Jerman serta Uni Eropa yang selama ini telah menjadi mitra penting dalam percepatan pembangunan di wilayah Jawa Timur.  Utamanya melalui dukungan masif KfW Development Bank untuk pengembangan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) fase 1 Gubeng-Wonokromo-Sidoarjo. 

"Ini menjadi penting karena transportasi publik di area aglomerasi Surabaya memang harus dicari solusi. Insya Allah di tahun 2027 akan groundbBreaking," ungkap  Khofifah.

Ia optimis melalui keberadaan SRR akan memudahkan, memurahkan dan mempercepat produktivitas masyarakat yang melakukan banyak kegiatannya di kawasan Surabaya Raya.

Sebagai informasi SRRL telah tercantum dalam Perpres No 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 dan telah berproses dari tahun 2020 melalui Blue Book Bappenas 2020-2024. 

Kemudian pada tanggal 30 Juni 2025 akhirnya dilakukan penandatanganan loan agreement antara Pemprov Jatim dengan KfW Development Bank senilai Euro 297 juta.

Rencananya, proyek ini akan mendukung elektrifikasi dan jalur ganda bagi kurang lebih 22 km jalur kereta api di Surabaya. Keberadaan jalur ini nantinya diharapkan dapat mengangkut lebih dari 200.000 penumpang per hari, memberikan manfaat bagi lebih dari 1,3 juta penduduk dalam dua tahun pertama, mengurangi kemacetan jalan dan biaya logistik.

Tak hanya soal infrastruktur. Dalam pertemuan ini,  Khofifah juga menguatkan komitmen kuat bersama Jerman dalam mitigasi fenomena global warming dan climate change. Isu ini tengah menjadi perhatian serius yang dihadapi secara global, termasuk di Jawa Timur.

Sebagai langkah konkretnya, kerja sama Jatim-Jerman juga menyasar pada sistem penanganan sampah yang saat ini tengah berproses di TPA Supit Urang, Kota Malang.

Selanjutnya di sektor kesehatan  Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas besarnya kontribusi teknologi dan alat kesehatan asal Jerman bagi dunia kesehatan Jawa Timur. Setelah kehadiran alkes (alat kesehatan)  dan teknologi asal Jerman mungkin bisa dilanjutkan dengan mentoring dari dokter-dokter spesialis.

Sebagai provinsi yang memiliki Rumah Sakit Umum Daerah terbesar di Indonesia, yaitu RSUD Dr Soetomo Surabaya, mentoring diharapkan dapat meningkatkan penanganan dan kualitas ayanan kesehatan di Jatim. 

"Kalau ada proses kerja sama teknologi kesehatan kemudian dokter spesialis dari Jerman saya rasa peran RSUD Soetomo sebagai International Hospital akan semakin kuat," ujar dia. 

Selain infrastruktur dan kesehatan, sektor pendidikan vokasi juga tidak luput dari pembahasan. Jerman disebut Gubernur Khofifah memiliki sistem pendidikan vokasi yang sangat advance. 

Untuk itu ia berharap agar ke depannya dapat diselenggarakan program kursus singkat (short course) bagi para guru dan murid di Jawa Timur untuk menyerap perspektif dan keterampilan teknis yang telah diterapkan di Jerman.

"Tujuannya untuk menciptakan sumber daya manusia yang siap bersaing di level global dengan skill yang relevan. Dimana sesuai dengan arahan Pak Menaker pada salah satu kesempatan dimana yang dibutuhkan oleh dunia kerja adalah Skill bukan hanya School," terangnya. 

Baca Juga : Kawal Akses Permodalan UMKM, Lilik DPRD Jatim: Sektor Ini Terbukti Tangguh Hadapi Krisis

Di akhir,  Khofifah optimistis bahwa melalui pertemuan ini akan mampu menghasilkan kerjasama dalam proyek-proyek strategis yang mendukung tiga pilar utama arah pembangunan Jawa Timur.

Senada dengan Khofifah, Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste juga menyatakan komitmennya dalam mendukung upaya Pemprov Jatim dalam mewujudkan transportasi publik yang layak bagi masyarakat. 

"Kami siap mendukung Jatim dan Surabaya sebagai salah satu daerah dengan pengaruh besar sekaligus game changer di Indonesia," ucapnya. 

Tidak hanya transportasi publik, isu perubahan iklim juga turut menjadi prioritasnya dalam pertemuan kali ini. Dubes Jerman mengaku bangga karena Jawa Timur telah percaya dan memilih Pemerintah Jerman sebagai mitra untuk membuat perubahan sekaligus pembangunan di Jawa Timur.

"Dari semuanya infrastruktur adalah kunci bagi pembagunan yang berdampak bagi masyarakat. Terima kasih telah mempercayai kami, semoga bersama akan dapat memberi dampak berarti tidak hanya masyarakat tapi juga lingkungan kita bersama," ucapnya optimis. 

Sementara itu, Head of Cooperation EU Delegation Jerome Pons menjelaskan bahwa Uni Eropa melalui Global Gateway berkomitmen penuh untuk meningkatkan hubungan yang cerdas, bersih, dan aman di sektor digital, energi, dan transportasi, serta untuk memperkuat sistem kesehatan, pendidikan, dan penelitian di seluruh dunia.

Strategi Global Gateway mewujudkan pendekatan Tim Eropa, yang menyatukan EU, Negara-negara Anggotanya, serta lembaga keuangan dan pembangunan mereka.

"Kami bertujuan untuk memberikan dampak transformatif di sektor digital, iklim dan energi, transportasi, kesehatan, serta pendidikan dan penelitian. Fokusnya adalah pada investasi cerdas dalam infrastruktur berkualitas, dengan menghormati standar tertinggi sosial dan lingkungan," ungkapnya. 

Selama empat tahun terakhir, EU bahkan tercatat telah memobilisasi lebih dari 300 miliar euro dalam investasi di sektor publik dan swasta.

"Bersama kami ingin memperkuat hubungan kerjasama strategis antara EU dan negara-negara mitranya, yang salah satunya adalah Indonesia, dan dalam hal ini khususnya Jawa Timur," terangnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Deputy Head of Mission Embassy of Poland to Indonesia Maciej Tumulec, Counsellor Development German Embassy Sascha Reebs, Programme Manages for Sustainable Finance and Investments EU Delegation Shanaz Patel, Direktur Bank Pembangunan Jerman (KfW) Burkhard Hinz, Koordinator Sektor Utama Mobilitas Bank Pembangunan Jerman (KfW) Eka Setiawan, Chief Representative of Netherlands Business Support Office (NBSO) Mario Lauw serta jajaran Kepala Perangkat Daerah Prov. Jatim terkait.

 


Topik

Pemerintahan Surabaya Regional Railway Line SRRL Gubernur Khofifah dubes Jerman



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Yunan Helmy