JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mempercepat penambahan titik pengisian daya becak listrik agar dapat segera dimanfaatkan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Upaya ini menyusul penyaluran 200 unit becak listrik kepada pengayuh becak di Kota Malang.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang untuk menyiapkan fasilitas charging tersebut.
Baca Juga : 4.000 Ayam Siap Panen Terpanggang Akibat Korsleting Listrik
“Kami sudah berkomunikasi dengan PLN UP3 Malang terkait penambahan titik pengisian daya becak listrik yang sudah didistribusikan. Harapannya bisa beroperasi sebelum Lebaran di bulan Maret,” kata Eko, Sabtu (24/1/2026).
Meski begitu, Eko menyebut penentuan lokasi titik pengisian daya masih dalam tahap pemetaan awal. Pemkot Malang tengah mengkaji sejumlah titik yang dinilai paling efektif dan mudah dijangkau oleh pengayuh becak.
Menurutnya, lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi menjadi prioritas, termasuk kawasan wisata. Pertimbangan tersebut dilakukan agar keberadaan becak listrik dapat dimanfaatkan secara optimal, baik oleh warga maupun wisatawan.
“Supaya mudah diakses dan bisa diterima oleh penumpang becak,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer PLN UP3 Malang Agung Wibowo menyatakan bahwa penyediaan fasilitas pengisian daya becak listrik berpeluang menggunakan skema tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Melalui skema tersebut, Agung berharap proses pengisian daya dapat diberikan secara cuma-cuma sehingga tidak menambah beban operasional para pengayuh becak.
Baca Juga : Perdana 2026, Webinar Lentera Mapan Seri 1 Bahas Periodisasi Kenaikan Pangkat PNS 12 Kali
“Kami memiliki program CSR. Mudah-mudahan nanti pengecasannya bisa gratis,” ungkap Agung.
Sebagai informasi, sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto telah disalurkan kepada pengayuh becak di Kota Malang melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) pada Rabu (21/1/2026).
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pengayuh becak berusia 70 tahun ke atas. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan, program ini juga diharapkan dapat meringankan beban fisik pengayuh becak lanjut usia serta mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan di Kota Malang.
