free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Terisolasi Tanpa Jembatan, Mas Rio: 1.500 Warga Situbondo Bertahan di Tengah Keterbatasan Pasca Bencana

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

24 - Jan - 2026, 20:01

Placeholder
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau akrab disapa Mas Rio saat meninjau salah satu lokasi terisolasi akibat jembatan terputus usai banjir bandang, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Hari-hari panjang penuh keterbatasan kini dijalani ratusan keluarga di wilayah perbatasan Desa Patemon dan Desa Wringinanom, Kabupaten Situbondo. Putusnya dua jembatan akibat bencana membuat sedikitnya 1.500 warga terisolasi total, tanpa akses transportasi, pasar, maupun layanan dasar.

Bagi warga, jembatan bukan sekadar penghubung antarwilayah. Ia adalah nadi kehidupan. Ketika jembatan itu ambruk, aktivitas sehari-hari ikut runtuh. Warga tidak bisa berbelanja, anak-anak kesulitan bersekolah, dan kebutuhan dasar harus dipenuhi dengan cara serba terbatas.

Baca Juga : Arema FC Pede Bangkit dan Makin Garang di Putaran Kedua

Kondisi memilukan itu disaksikan langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau akrab disapa Mas Rio saat meninjau lokasi terdampak di Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, Sabtu (24/1/2026). Untuk mencapai lokasi, Mas Rio harus menyusuri alur sungai karena seluruh akses darat telah terputus.

"Di sana ada sekitar 1.500 jiwa yang benar-benar terisolasi. Mereka tidak bisa ke mana-mana. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani," ujar Mas Rio dengan nada prihatin.

Pantauan di lapangan menunjukkan, dua jembatan yang berada di Dusun Wringin dan Dusun Krajan ambruk diterjang banjir. Badan jalan hancur, menyisakan jurang dan material lumpur yang mustahil dilewati kendaraan, bahkan pejalan kaki.

Bagi warga Dusun Krajan, jembatan tersebut adalah satu-satunya jalur menuju pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Tanpa jembatan, aktivitas ekonomi warga lumpuh total. Banyak warga terpaksa menahan kebutuhan karena tidak memiliki alternatif akses lain.

"Warga tidak bisa menyeberang sama sekali. Mau belanja kebutuhan pokok saja tidak bisa. Semua terputus," kata Beby Syaifullah, salah satu warga terdampak.

Menurut Beby, sedikitnya 150 kepala keluarga di Dusun Krajan terdampak langsung. Selama ini, warga bergantung pada jalur tersebut untuk berbelanja ke Wringinanom atau Kecamatan Jatibanteng, sementara kebutuhan lebih besar biasanya dipenuhi dari kawasan Besuki.

"Ini jalur satu-satunya. Tidak ada jalan lain. Kalau jembatan ini putus, ya kami benar-benar terisolasi," ungkapnya.

Baca Juga : Mengayuh dengan Hati, Ratusan Pesepeda di Surabaya Galang Dana Rp 50 Juta untuk Korban Banjir di Sumatera

Di tengah keterbatasan itu, Pemkab Situbondo berupaya hadir dengan penanganan darurat. Bantuan logistik berupa sembako telah disalurkan untuk membantu warga bertahan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kita tetap berupaya melakukan penanganan darurat meskipun dengan berbagai keterbatasan," kata Mas Rio.

Namun bantuan sembako hanya menjadi solusi sementara. Pemerintah daerah menilai, pemulihan jembatan dan jalan penghubung menjadi kebutuhan paling mendesak agar warga bisa kembali menjalani hidup normal.

"Kami akan mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi dan pusat. Tanpa jembatan dan jalan, wilayah ini tidak punya akses sama sekali," tegas Mas Rio.

Bagi warga, harapan kini bergantung pada seberapa cepat jembatan itu kembali berdiri. Sebab bagi mereka, jembatan bukan hanya soal infrastruktur, melainkan tentang keberlangsungan hidup, masa depan anak-anak, dan harapan untuk bangkit dari bencana.


Topik

Peristiwa Banjir dampak banjir jembatan putus Situbondo pemkab situbondo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Sri Kurnia Mahiruni