free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Mengenal Pulih, Ilmu Racun Adat Dayak yang Mematikan 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

28 - Aug - 2023, 22:26

Placeholder
Ilustrasi gambar masyarakat adat Dayak. (Foto: Google)

JATIMTIMES - Salah satu ilmu Dayak yang menakutkan adalah ilmu racun atau dalam istilah Dayak Ngajunya dikenal sebagai Pulih, Dayak Ma’anyan dikebal Pudis, Dayak Benuaq dikenal dengan nama Rasutn. 

Dajak atau (Dyak) adalah suku bangsa atau kelompok etnik yang mendiami pedalaman Pulau Kalimantan, Indonesia. 

Baca Juga : Viral Oknum Polisi Diduga Aniaya Hingga Ancam Bunuh Sang Pacar

Melansir utas yang dibagikan akun X (Twitter) @BangPakatDayak, Pulih ini berbeda dengan racun yang diramu untuk digunakan di anak sumpit atau di Mandau. Sebab Pulih ini adalah semacam ilmu magis dimana racun disini memiliki semacam roh dan mampu membunuh orang lain secara misterius. 

"Ilmu ini termasuk classified / rahasia, sehingga apa yang akan dibahas disini hanyalah yang bersifat umum saja," kata Bang Pakat, dikutip Senin (28/8/2023). 

Menurut Bang Pakat, ilmu Pulih ini diamalkan oleh orang-orang tertentu, dengan tujuan pesugihan. Dan memang setidaknya setahun sekali ilmu ini menuntut korban manusia. 

"Sebab jika tidak ada korban, ilmu ini akan menyerang balik sang pemilik atau keluarganya, ada juga yang mengamalkan ilmu ini untuk membalas dendam atau karena iri hati terhadap orang lain," jelas Bang Pakat. 

"Efek ilmu pulih ini ada yang seketika ada juga yang berbulan-bulan. Di mana orang yang terkena pulih ini tidak menyadari kalau ia sudah diracuni. Namun bila ia meninggal maka akan ditemukan lambung dan ususnya sudah membusuk, ada juga bahkan yang bisa membuat daging orang yang terkena ini membusuk," sambung penjelasan Bang Pakat. 

Cara pemasangan Pulih ini terhadap korban berbagai macam caranya. Menurut Bang Pakat, ada yang dipasangkan pada makanan dan minuman, ada pula yang dipasang di tempat duduk, pakaian, hingga tempat tidur atau puntung rokok. 

"Salah satu pengalaman tante penulis ketika sedang melakukan pelayanan ke daerah Kutai Barat, sesaat ia hendak menyantap makanannya, ia menyempatkan untuk berdoa. Sebelum makan tiba-tiba piring yang ia gunakan meledak pecah, ternyata ada yang mencoba meracuni tanteku ini," kata Bang Pakat. 

"Memang ada cara untuk mengetahui apakah makanan kita mengandung Pulih atau tidak dan ada cara untuk membuktikannya namun tidak penulis sebutkan disini. Dan anehnya dari beberapa makanan yang tersedia tidak semua akan ada Pulih-nya bahkan racun ini bisa berpindah-pindah di sekitar makanan yang disajikan," sambung keterangan Bang Pakat. 

Berikut ini beberapa jenis Pulih, yang dikenal oleh suku adat Dayak: 

1. Pulih Asal

Pulih jenis ini adalah jenis racun yang memang berasal dari dalam tubuh. Yaitu menggunakan mantera-mantera dengan menyebut nama-nama racun yang ada didalam tubuh, ketika sang korban sedang makan. 

"Sehingga apa yang ia makan akan membangkitkan racun-racun yang memang berasal dari dalam tubuh. Reaksi yang ditimbulkan yaitu munculnya gejala-gejala keracunan dan diikuti muntah darah. Jika tidak segera mendapat pertolongan maka sang korban akan segera meninggal dunia," ungkap Bang Pakat. 

2. Pulih yang Dimasak

Pulih jenis ini biasanya digunakan juga untuk pesugihan. Cara memasang Pulih ini bisa dipasang pada makanan atau minuman atau tempat-tempat yang akan disentuh oleh korban. 

Racun ini harus menuntut korban, sebab jika Pulih ini jarang dipakai, ia akan mencari korban sendiri tanpa pilih-pilih. Kadang racun ini dapat berubah bentuk menjadi buah-buahan seperti pisang, pepaya atau nanas yang masak dan kemudian ia menghilang. 

Baca Juga : Hukum Membakar Pakaian Bekas, Bolehkah?

"Orang yang terkena racun ini bisa hidup berbulan-bulan, namun ketika korbannya meninggal maka akan ditemukan organ dalamnya telah membusuk. Kadang orang yang terkena racun ini tidak menunjukan gejala apapun tapi ada juga yang menunjukan gejala-gejala seperti mengeluarkan darah dari pori-pori tubuh atau dari gusi," jelas Bang Pakat. 

3. Pulih yang Berdiri Sendiri

Jenis Pulih ini merupakan jenis yang paling mematikan. Sebab jarang bisa ditolong karena hampir tidak ada penawarnya. 

"Jenis racun ini jika sudah didapat harus segera dipakai, kalau ada tersisa ia harus segera dibuang ke tempat yang aman. Orang yang terkena racun ini akan segera meninggal dunia. Gejalanya biasanya orang yang terkena akan merasakan gatal-gatal, namun ketika korban menggaruk-garuk bagian yang gatal, tangan yang dipakai untuk menggaruk itu akan menyebarkan racun ke seluruh tubuh," tandas Bang Pakat. 

4. Pulih dari Binatang

Pulih jenis ini pemasangannya biasanya pada kotoran sasaran atau korban. Gejalanya sang korban akan merasakan sakit perut, dan jika tidak mendapat pertolongan maka si korban akan segera meninggal.

5. Pulih Berantai

Pulih jenis ini berantai, jika satu orang kena, maka seisi rumahnya juga akan kena. Penyebaran pulih jenis ini melalui nafas orang yang sudah terkena pulih. 

Jadi ketika berbicara, keluarga yang menghirup nafasnya otomatis akan terkena juga. Reaksi racun ini sekitar 2 minggu diawali dengan gejala gatal-gatal dan nanti berujung pada kematian. 

"Kisah ini dialami oleh salah seorang kenalan di Palangkaraya, sebab ia dan keluarganya nyaris mati akibat serangan Pulih jenis ini," kata Bang Pakat. 

Demikian beberapa jenis Pulih yang dipercaya oleh suku adat Dayak. Menurut Bang Pakat, akibat ilmu Pulih ini banyak orang yang ke kampung Dayak ketakutan untuk menerima makanan dari orang kampung. Padahal memang tidak semua orang yang mengamalkan ilmu ini. 

"Untuk itu jika folks bertandang ke kampung Dayak yang masih kuat akan tradisi dan magisnya ada baiknya mengetahui adab bertandangnya. Umumnya orang yang diserang adalah orang-orang yang sombong atau memamerkan kekayaan / kesaktiannya. Sekian.. #Tabe #FolksOfDayak," pungkas Bang Pakat. 


Topik

Serba Serbi Pulih racun dayak adat Dayak



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri