Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Relokasi Pasar Gadang Molor: Pedagang Masih Bertahan di Pinggir Jalan, Pembeli Kian Sepi

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Dede Nana

07 - Apr - 2026, 16:19

Placeholder
Kondisi jalan Pasar Gadang yang terlihat sangat memprihatinkan (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Proses relokasi pedagang di Pasar Gadang tak kunjung rampung sesuai jadwal yang ditetapkan. Sepekan setelah diberikan perpanjangan waktu, sejumlah pedagang masih terlihat berjualan di tepi jalan kawasan pasar.

Salah satu pedagang sembako, Yuni, mengaku belum memindahkan lapaknya karena mendapat informasi bahwa relokasi dilakukan secara bertahap. “Katanya Mei atau Juni pas proses pembangunan jalan masih boleh (mulai pindah ke relokasi),” ucapnya, Selasa (7/3/2026).

Baca Juga : Pengumuman SPAN PTKIN 2026 Sore Ini, Berikut Cara Cek Hasil Kelulusan dan Link Resminya

Ia menuturkan, kondisi jalan di kawasan Pasar Gadang saat ini cukup memprihatinkan. Banyaknya lubang, genangan air hingga banjir saat hujan membuat aktivitas jual beli terganggu. Kemacetan yang kerap terjadi juga turut berdampak pada menurunnya jumlah pembeli.

“Kondisi jalan ya berpengaruh sekali, pembeli yang datang berkurang karena becek dan macet,” ungkapnya.

Meski demikian, Yuni mengaku tidak menolak rencana penataan pasar. Ia siap direlokasi dengan catatan ada kepastian terkait lokasi pengganti dan keberlanjutan usahanya. Pasalnya, ia saat ini memiliki delapan petak lapak yang dilengkapi surat kepemilikan.

“Penataan dan relokasi setuju setuju saja kalau ada kepastian penggantinya nanti. Saya ada 8 petak lengkap dengan 8 surat suratnya, ini punya sendiri, dulu mahal belinya,” ungkapnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Malang telah merancang penataan Pasar Gadang, termasuk pembangunan jalan kembar untuk mengurai kemacetan. Relokasi pedagang sebelumnya ditargetkan dimulai pada Desember 2025.

Namun dalam perjalanannya, pedagang meminta relokasi dilakukan setelah Idul Fitri hingga akhir Maret 2026, dengan kesepakatan memindahkan lapak secara mandiri ke lokasi yang telah disediakan.

Pada 1 April 2026, Wali Kota Malang turun langsung menagih komitmen pedagang untuk segera pindah. Karena masih banyak yang belum berpindah, tenggat relokasi pun kembali diperpanjang selama sepekan.

Baca Juga : Diserbu 704 Pendaftar dari 44 Negara, UIN Malang Kian Mantap Jadi Kampus Kelas Dunia

Pantauan di lapangan, sebagian pedagang mulai membongkar lapaknya. Namun tak sedikit pula yang masih bertahan berjualan di tepi jalan seperti biasa.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menegaskan pentingnya ketepatan waktu dalam setiap tahapan penataan pasar. Ia meminta pemerintah kota, termasuk dinas terkait, untuk bersikap tegas terhadap jadwal relokasi.

“Kami di dewan, hanya mengingatkan untuk Pemkot agar lebih tegas dalam hal deadline pemindahan lapak pedagang. Karena tempat relokasi yang baru sudah selesai dibangun. Sehingga nantinya pembangunan jalan juga bisa rampung sesuai jadwal,” ujar Bayu.

Bayu juga mengingatkan agar kegagalan revitalisasi Pasar Besar Kota Malang pada 2026 menjadi pelajaran penting. Ia menilai, penataan pasar di Kota Malang harus dilakukan lebih matang agar tidak kembali mengalami kendala serupa.


Topik

Peristiwa relokasi pedagang pasar gadang kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana