Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

SHU Koperasi di Kota Batu Tembus Rp6,5 Miliar, tapi Pembagian Per Anggota Masih Kecil

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

03 - Aug - 2026, 16:30

Placeholder
Ilustrasi. Salah satu lembaga koperasi di Kota Batu ditinjau Wawali Heli Suyanto beberapa waktu lalu.(Foto: Dokumen Pemkot Batu)

JATIMTIMES – Jumlah koperasi sehat di Kota Batu tak sampai 50 persen, hal tersebut mempengaruhi akumulasi Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diterima rerata anggotanya. SHU yang berhasil dibagikan oleh seluruh entitas koperasi terdaftar di Kota Batu mencatatkan nilai akumulasi di angka Rp6,5 miliar dalam setahun.

Meski secara nominal akumulatif terbilang besar, nilai perolehan rata-rata yang diterima oleh tiap-tiap anggota dinilai masih belum ideal. Hal tersebut dibenarkan Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan.

Baca Juga : 1 dari 5 Perempuan di Kota Batu Melahirkan Anak Pertama di Bawah Usia 20 Tahun

Dian menjelaskan bahwa nilai SHU bersih tersebut berasal dari gabungan kinerja seluruh jenis koperasi, termasuk Koperasi Unit Desa (KUD) yang memiliki skala bisnis besar di wilayah Kota Batu.

"Kalau existing koperasi yang ada di Kota Batu sekarang ini ada 6,5 miliar SHU setahun. Kalau dibagi dengan jumlah anggota yang 16.000 sekian itu, paling enggak SHU-nya per tahun per anggota kalau dibagi rata itu sekitar 400.000 rupiah," ungkap Dian Fachroni saat ditemui JatimTIMES, belum lama ini.

Dian menilai capaian rata-rata Rp400 ribu per anggota saban tahunnya tersebut masih jauh dari harapan dasar pemenuhan kesejahteraan perkoperasian. Menurutnya, besaran pembagian SHU idealnya berbanding lurus dengan besarnya modal, aset, serta efisiensi proses bisnis yang dijalankan oleh masing-masing entitas.

"Dan itu masih jauh dari harapan kalau memang kita mau berkoperasi. KUD justru lebih besar seharusnya karena kan skala usahanya lebih besar. Nilai modal yang dimiliki, aset yang dimiliki dengan proses bisnis yang dilakukan itu nanti akan menentukan skala ideal," urainya.

Baca Juga : Pemkot Blitar Tegaskan Dana Cadangan Pilkada Tak Bebani APBD, Perda Segera Disiapkan

Mencermati kondisi tersebut, Pemkot Batu mendorong kehadiran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar mampu mentransformasi pola kelola usahanya secara profesional. Salah satu percontohan nyata yang didorong menjadi role model bisnis adalah PT Selecta, sebuah korporasi tangguh yang lahir dan membesar dari basis kelembagaan koperasi rakyat.

"Makanya salah satunya wujud koperasi rakyat yakni Selecta yang juga mampu berdaya saing menjadi sebuah korporasi, jadi perusahaan, jadi PT Selecta. Tapi kan basic-nya kan di koperasi. Nah ini bisa menjadi role model nyata yang bisa diobservasi," pungkas Dian.


Topik

Pemerintahan kota batu jumlah koperasi kdmp koperasi sehat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan