Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Tari Lariangi Warnai BEN Carnival 2026, Dispendukcapil Kota Blitar Angkat Budaya Sulawesi Tenggara

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Nurlayla Ratri

23 - Aug - 2026, 11:09

Placeholder
Penari membawakan Tari Lariangi dalam penampilan Dispendukcapil Kota Blitar pada 5th Blitar Ethnic National (BEN) Night Carnival 2026, Sabtu (22/8/2026) malam. Tarian asal Kaledupa, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tersebut dihadirkan sebagai bagian dari upaya mengenalkan sekaligus merawat keragaman budaya Nusantara. (Foto: Tangkapan layar YouTube Pemkot Blitar)

JATIMTIMES – Panggung Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2026 menjadi ruang bagi perangkat daerah Kota Blitar untuk ikut merawat keragaman budaya Nusantara. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar mengambil bagian dengan menampilkan Tari Lariangi, kesenian tradisional dari Kaledupa, Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (22/8/2026) malam.

Penampilan itu menjadi bagian dari 5th BEN Night Carnival 2026 yang mengusung tema “Nusantara Retrofuturism: Harmoni Tradisi Menuju Kota Masa Depan”. Untuk pertama kalinya sejak digelar lima tahun lalu, BEN Carnival tahun ini berlangsung pada malam hari.

Baca Juga : Semarak HUT RI ke-81, Demokrat Situbondo Gelar Lomba Rakyat

Rombongan Dispendukcapil tampil dengan koreografi dan kostum yang mengangkat kekayaan budaya Sulawesi Tenggara. Busana dengan ornamen khas, gerak lembut para penari, serta sentuhan artistik dalam pertunjukan membuat Tari Lariangi menjadi salah satu warna dalam parade budaya di pusat Kota Blitar.

Kepala Dispendukcapil Kota Blitar Wahyudi Eko Surono mengatakan, keterlibatan jajarannya dalam BEN Carnival tidak sekadar untuk memeriahkan acara. Lebih dari itu, festival tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan sekaligus menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya dari berbagai penjuru Nusantara.

“Melalui Tari Lariangi, kami ingin ikut mengenalkan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara kepada masyarakat Kota Blitar. BEN Carnival menjadi ruang yang sangat baik untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Nusantara, terutama kepada generasi muda,” kata Wahyudi.

Lariangi

Lariangi, Warisan Budaya dari Kaledupa

Lariangi merupakan seni pertunjukan tradisional yang tumbuh di Kaledupa, Wakatobi. Jejak tradisinya telah berlangsung selama berabad-abad dan berkembang sebagai bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Nama Lariangi berasal dari kata lari yang bermakna menghias atau mengukir dan angi yang merujuk pada orang-orang yang berhias. Makna itu tercermin pada kekayaan busana dan ornamen para penarinya.

Di balik keindahan visualnya, Lariangi juga membawa pesan sosial. Dalam perkembangannya, tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga medium untuk menyampaikan nasihat dan nilai kehidupan melalui gerak serta syair.

Wahyudi menilai karakter tersebut selaras dengan semangat BEN Carnival. Keragaman budaya tidak cukup hanya dikenali, tetapi perlu diberi ruang agar terus diwariskan.

“Budaya Nusantara memiliki nilai dan filosofi yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah menjaganya agar tidak berhenti menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap dikenal dan dicintai generasi berikutnya,” ujarnya.

Carnival

Dari Blitar, Merawat Kebudayaan Nusantara

Baca Juga : BEN Carnival 2026 Usung Nusantara Retrofuturism, Wali Kota Mas Ibin Perkuat Blitar sebagai Kota Budaya

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menempatkan BEN Carnival sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat identitas Blitar sebagai kota budaya. Sebanyak 40 penampilan dihadirkan tahun ini untuk merepresentasikan kekayaan budaya dari 34 provinsi di Indonesia.

Menurut Mas Ibin, keberagaman yang hadir dalam BEN Carnival sekaligus membawa pesan kebangsaan di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bangsa kita sangat besar, sangat beragam, dan sangat majemuk, sehingga bisa bersatu menjadi satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. BEN Carnival ini menjadi bentuk pembelajaran sekaligus hiburan masyarakat tentang adat istiadat Nusantara,” kata Mas Ibin.

Ibin

Tema Nusantara Retrofuturism juga menempatkan tradisi berdampingan dengan gagasan tentang masa depan. Kebudayaan tidak diposisikan sebagai peninggalan yang statis, melainkan sumber kreativitas untuk membangun karakter kota.

Mas Ibin berharap panggung tersebut terus berkembang menjadi ruang bagi seniman dan generasi muda sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Blitar.

“Kita boleh melangkah sejauh-jauhnya menuju masa depan, tetapi jati diri dan akar budaya Nusantara harus tetap kita jaga, kita hidupkan, dan kita wariskan kepada generasi berikutnya,” pungkas Mas Ibin.


Topik

Peristiwa blitar dispendukcapil kota blitar ben carnival



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Mojokerto Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Nurlayla Ratri